Bisnis Properti Alami Penurunan Penjualan Selama Wabah Corona

Cara Upload Foto, Video, dan Stories Instagram di Komputer
April 17, 2020
5 Tips Jual Rumah Cepat Di Tengah Wabah Corona
April 21, 2020
Show all

Wabah virus Corona (Covid-19) menimbulkan dampak begitu besar di berbagai sektor termasuk sektor properti. Imbas pandemi Covid-19 dalam beberapa waktu ini, membuat bisnis properti terkena dampak penurunan penjualan. Hal ini dipengaruhi oleh kecenderungan ekonomi yang menurun dan berakibat masyarakat menahan keinginan membeli hunian. 

Ada dua jenis properti yang terkena dampak penurunan penjualan yaitu apartemen dan rumah. 

 

1. Apartemen

Dilansir dari detik.com, penjualan apartemen mengalami penurunan sepanjang kuartal I-2020. Associate Director Colliers menyebutkan penjualan apartemen terus menurun salah satunya akibat dampak virus Covid-19. Di samping itu, lesunya penjualan juga disebabkan banyaknya proyek-proyek apartemen yang sudah dipesan tertunda pengerjaannya. Padahal, ditargetkan proyek-proyek tersebut akan selesai pada akhir tahun ini.

Berdasarkan riset Colliers International, tingkat serapan penjualan apartemen di Jakarta mengalami penurunan tajam dari level 87,2% menjadi 85% pada kuartal I-2020. Sementara, tingkat hunian pasar apartemen di Jakarta juga mengalami penurunan tajam. Faktor penurunan ini disebabkan banyak calon penghuni membatalkan pembelian selama pandemi Covid-19. Diprediksi, trend penurunan ini masih berlanjut jika pandemi tidak berakhir dalam beberapa waktu ke depan.

 

2. Rumah

Virus Covid-19 benar-benar menghantam sendi ekonomi yang membuat masyarakat berpikir seribu kali untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Salah satu dampak Covid-19 terhadap bisnis properti yang paling dicari yaitu rumah. Rumah menjadi bisnis properti yang mengalami penurunan penjualan secara signifikan. Dari data Real Estate Indonesia (REI) disebutkan bahwa akibat pandemi ini masyarakat menahan pembelian hunian sektor properti. Kondisi ini cukup dimaklumi akibat dampak dari Covid-19.

Menurunnya penjualan properti bukan hanya terjadi di Jakarta. Penurunan penjualan rumah juga terjadi di berbagai daerah lain contohnya Sumatera Utara. Asosiasi Pengembang dan Pemukiman Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Sumut menyebutkan penjualan rumah khususnya rumah subsidi menurun hingga 90 persen. Hal tersebut kembali disebabkan faktor masyarakat yang menahan untuk tidak membeli hunian selama pandemi Covid-19. Di samping itu, penurunan penjualan rumah subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga disebabkan faktor Pemutusan Hubungan Kerja (PHk) pekerja oleh perusahaan. Kondisi tersebut semakin mempertajam penurunan penjualan rumah. Mereka yang baru di PHK lebih memilih menyimpan uang untuk antisipasi kebutuhan selama pandemi Covid-19 selama beberapa bulan ke depan.

 

Admin Digital Marketer
Admin Digital Marketer
Digital Marketer merupakan perusahaan digital marketing agency yang mengerti kebutuhan bisnis anda di bidang internet marketing. Tim kami didukung oleh para praktisi digital marketing berpengelaman dan telah bersertifikasi google.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − twelve =

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp