fbpx

Strategi Meningkatkan Penjualan Melalui Media Sosial

Training Digital marketing
Sukses Menjalankan Bisnis Melalui Online
January 3, 2018
Cara Jualan Online di Facebook yang Pasti Laris
Cara Jualan Online di Facebook yang Pasti Laris
April 13, 2018
Strategi Meningkatkan Penjualan Melalui Media Sosial

Social Media sudah menjadi media untuk promosi atau memperkenalkan produk bisnis. Perannya dalam bisnis makin menunjukkan performa mengagumkan, banyak perusahaan sudah mengalihkan biaya promosi khusus untuk meningkatkan produktifitas dan efektifitas di media sosial.

Namun, meningkatkan penjualan di media sosial sulit, butuh strategi yang tepat dan sedikit kesabaran dalam membangun pasar.

Berikut beberapa strategi yang dapat meningkatkan penjualan di media sosial :

 

1. Target pasar dan jenis media sosial

Tidak semua brand memiliki target pasar yang sama. Ada yang bersifat B2C (business to consumer) yang berarti produk tersebut digunakan oleh orang banyak yang menjadi konsumen akhir, ada juga yang B2B (Business to Business) yang berarti konsumen produk tersebut adalah perusahaan lain.

 

Jenis social media pun perlu diperhatikan, tiap social media punya karakternya masing-masing.

Twitter memiliki karakter young karena memang sebagian besar penggunanya adalah usia muda, dan digunakan untuk informasi saja. Sedangkan facebook di Indonesia memiliki karakter pengguna yang lebih tua usianya dan bervariatif dari pada twitter. Banyak orang tua yang baru memiliki dan aktif menggunakan facebook.

linkedIn memiliki karaker pengguna yang professional, pekerja, dan berbasis profesi.

Instagram memiliki karakter mirip twitter.

Sedangkan youtube memiliki pengguna yang lebih luas dan umum, namun harus memiliki kemampuan dalam pembuatan video. Bila tampilan video biasa saja, bahkan tidak menarik, maka jangkauan target pasar tidak akan terpenuhi

Secara umum, analisis target pasar menjadi kunci awal keberhasilan di media sosial. Jadi, harus diperhatikan juga manakah yang lebih cocok dengan target pasar produk yang akan dipasarkan.

Berapa usia rata-rata target pasar? Apa profesinya? Bagaimana Perilakunya? Nanti bisa menilai jenis media sosial apa yang pas.

 

2. Focus pada target

Milikilah target yang baik. Target yang dimaksud tidak hanya target penjualan, tapi juga target promosi. Apa saja yang ingin dicapai? Followers kah? Likers kah? Interaksi kah? atau penjualan?.

Bila target langsung ke penjualan, maka seluruh parameter tadi harus tercapai semua dengan baik, sehingga, effort pun lebih tinggi dibandingkan target dan tidak hanya followers atau likers yang banyak terlebih dahulu

 

3. Creative, Different, Give an Advantage!

Semakin tinggi persaingan di dunia offline mempengaruhi meningkatkan tensi persaingan di social media juga. Maka dari itu, buatlah program promo yang kreatif, beda, dan memberi value bagi konsumen. Quiz, contest, dan gerakan-gerakan campaign marketing bisa menjadi pilihan yang pas untuk dijadikan variasi.

 

4. Bangun Komunitas

Bila sudah bisa membangun interaksi aktif dengan berbagai strategi promo, maka tujuan selanjutnya adalah mengikat seluruh konsumen kita lewat komunitas. Komunitas ini tidak harus 100% membawa nama brand, tetapi bisa digeser sedikit menjadi lebih umum namun tetap memiliki afiliasi kuat terhadap brand kita.

 

5. Evaluasi Strategi

Evaluasi mutlak harus dilakukan. Evaluasi apakah seluruh strategi kita di media sosial bisa mendatangkan konsumen, apakah bisa memancing interaksi aktif, apakah bisa mendatangkan penjualan?
Evaluasi lagi seluruh kekurangan-kekurangan untuk diperbaiki di waktu lain.

Media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi sebuah brand untuk membangun konsumennya, mudah-mudahan beberapa strategi di atas bisa menjadi masukan berarti bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + fourteen =